Ada
berbagai modus penipuan yang marak terjadi dalam bisnis jual beli secara
online. Berikut modus-modus penipuan jual beli online yang patut dihindari :
1. Pelaku kriminal biasanya mengaku
berdomisili di Batam. Batam merupakan salah satu kota di Indonesia yang
berbatasan langsung dengan Singapura. Dengan mengaku berdomisili atau beralamat
di Batam, maka khalayak akan percaya bahwa pelaku benar-benar menjual barang
dengan murah karena bisa saja barang tersebut merupakan BM (Black Market) yang
tidak dikenai bea import.
2. Mengaku jika memiliki saudara atau
keluarga yang bekerja di bea cukai. Ini modus yang sering dipakai oleh para
pelaku cyber crime. Modus operasinya biasanya dengan cara meng-hack id
seseorang pada situs jejaring sosial. Kemudian mengaku jika memiliki saudara
yang bekerja di bea cukai, sehingga bisa mendapatkan barang-barang tanpa bea import
(hampir mirip dengan modus pertama).
3. Pelaku kriminal hanya mencantumkan nomer
HandPhone (HP). Setelah berhasil meng-hack akun seseorang, lantas pelaku
kriminalitas akan melakukan promosi berbagai barang dengan harga sangat murah.
Pasti banyak yang tertarik sehingga pelaku selanjutnya mengarahkan calon korban
untuk memesan barang-barang tersebut melalui inbox pada situs jejaring sosial
(biasanya facebook). Dari sinilah pelaku akan memberikan nomer HP yang bisa
dihubungi. Jangan harap anda akan mendapatkan nomor HP teman anda, karena akun
tsb sudah dikuasai hacker. Begitupun dengan yang memakai situs palsu.
Penggunaan nomor HP dipilih pelaku kriminalitas karena kartu perdana sangat
mudah didapatkan, dan bisa gonta-ganti kapan saja, sehingga sulit dilacak.
4. Pelaku akan memamerkan berbagai bukti
pengiriman barang. Ini adalah modus klasik para pelaku cyber crime. Pada situs
palsu mereka atau akun jejaring sosial mereka (baik mereka bikin sendiri maupun
meng-hack akun orang lain), akan mengupload bukti-bukti pengiriman barang dari
berbagai jasa pengiriman. Ini dimaksudkan agar calon korban yakin bahwa pelaku
benar-benar sering
mengirimkan
barang ke beberapa pembeli.
5. Sistem pembayaran melalui ATM atas nama
berbagai nama. Ini juga patut dicermati. Untuk memuluskan kriminalitas mereka,
biasanya pelaku akan menawarkan berbagai kemudahan pembayaran. Kita bisa
mentransfer harga barang yang kita beli ke berbagai rekening bank, dengan nama
berbeda-beda. Bahkan nama yang tercantum dalam rekening yang dimaksud, tidak
ada nama pegawai yang nomor HPnya bisa kita hubungi.







0 komentar:
Posting Komentar